Walet yang hancurkan Komunitas Sosial di Kampung ku

Suatu hari aku lewati sebuah kampung yang dulu ramai warganya baik pendatang maupun penduduk Lokal…..teryata seperti kampung mati yang dihuni jombi diantara sarang alien…mereka gak ceria seperti dulu lagi..yang ada cuma pandangan kosong duduk di depan rumah yang menghadap tembok dinding walet…, lembab, gelap,  berisik suara alien baru di sekitarnya.

kampungku juga demikian..sejak pebisnis walet datang, habis semua tetanggaku seperti habis tsunami rumahnya digusur dijual ke Pengusaha Walet….bahkan suatu hari tetangga belakang ada yang bunuh diri aja tidak ada yang tau dan terlambat memberikan pertolongan karena tidak ada lagi tetangga nya yang dulu disebelah yang ada cuma tembok walet…teriakan nya pun cuma satu dua orang yang dengar…( Maybe kalah dengan Suara pancingan burung Walet ) .kasian orang tersebut itu meninggal di rumah sakit sudah.

Coba lihat pangkalan bun sekarang..khususnya pusat KOTA …rusak tata ruang nya dipenuhi tembok megah walet yang berjendela palsu, pintu palsu yg kesemuannya cuma buat kamuflase….bahkan yang lebih parah adalah disebelah Makam keramat dan bersejarah milik kerajaan Persis juga ada sarang walet. Padahal Fakta nya  disitu ada makam kerajaan .sudah dibuat buta kah mereka oleh bisnis walet sehingga makam nenek moyang disebelahnya digali untuk pondasi sampai menemukan tulang belulang mereka tetap tidak perduli….??????

bahkan yang sangat – sangat parah RT dan Lurah ikut mencarikan tanda tangan dukungan ke warga untuk sarang walet ..alhamdulilah ada sebagian warga yang perduli akan hal ini mereka bergerak, berontak dan berkumpul menyatukan suara nya untuk protes dan mencegah walet itu menghabiskan kampung nya.

Hibaam Amun Tahlilan urangnya ??? mustahil bah walet au suba baca Do’a di soru

4 thoughts on “Walet yang hancurkan Komunitas Sosial di Kampung ku

    1. Makanya walet dibanyaki nya tapi pembangunan fisik di tengah kota manaaa…..berapa duit aparat pemerintah dapat dari pemilik walet lah..ckckckckck….masa depan pangkalan bun gak pernah terpikirkan cuma masa depan perut sendiri aja yg di pikir…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s