Partai di kampungku Pangkalanbun “tanah_nea” ( basa diri ja we )

Assalamualaikum nea ku di surga ..mudah0mudahan engkau tidak fakir dan kaya karena amalmu didunia

nea…Rame bujur partai memajang bendera nya macam urang belomba dayung🙂 tapi macam macam urang dodai baju we , ada yang betinggian bendera sampai pucuk batang habis semuanya ( mudah-mudahan konslet kona listrik ), ada yang melebarkan nya sampai rumahnya tetutup gambar partai ( Bongol Bujuuuur ), adajam yang dengan kiasan honda meambi hati ” Penyucuk” nya memakai tema ramadhan dan gaya tulisan nya seolah partai brosih tiam….hmmmmm…. (pengeramput )…..dari situ jak kita suba meliat.. honda bujur masyarakat kita ni macam urang bongol nurut ja am disruruh macam itu.  padahal dari situ tu am kita meliat pem “bongolan” oleh sidanya. tapi mun dipikir sopa pemenangnya ?  sopa yang nyaman ? CALEG yang dipilihnya bujuram bai urangnya yang suba mewakili kita ? ( jangan – jangan pakai nyari duit boli rumah ma ) amun sudah jadi ” Pemimpin ” , habiiis segala TIM sukses jadi pemborong dadakan,yang tukang antar spanduk jadi PNS, yang daerahnya memilih paling banyak jadi rakus minta ini itu di dolo kanm wadahnya…( apalagi PREMAN nya ), dan yang paling parah PARTAI yang kalah kadang banyak au bebayar duit utang nya ke masyarakat kecil macam tukang sablon yang nyablonkan spanduknya, catering rantang, penyanyi dangdut nya ( ini jarang pan ),dll. kecuali yang partai pemenang ma…yang bebayar .itupun mun ditagih. kadang tay mun dah duduk gaya baju stelan “like” bodygurards safari dan macamnya di tambah muka serius bujur setiap betomu di pasar dan kejadian sambil megang kunci mobil dinas …aduuuh booring man.

>>>>>>>>>>>>kena dolo wi Bersambung…lagi begawe gola diberahaw bossss

hiba nasib nea kami yang fakir, cucu nya yang au suba kuliah, nea yang lugu dibongoli jual tanah behuruf naik haji ma, tanah ulayat kerajaan disikat kebun sawit ( we have data for this with map ) tanah makam jadi sarang walet sampai kuburan pangeran tetutup sarang walet jam  ( naujubilah tiam ketulahan neng )

7 thoughts on “Partai di kampungku Pangkalanbun “tanah_nea” ( basa diri ja we )

    1. sarang burung walet tuam yang membuat komunitas habis ..bahasa asli daerah hilang karena gabun semua manusia nya ,kebiasaan yg sudah jadi tradisi musnah , lambat laun budaya satu persatu terkikis…bukanya tidak boleh kita bisnis walet tapi tempat disesuaikan..side efek nya jangka panjang bagus tidak, seharusnya pemerintah lebih peka.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s